Jurnalistik

Jurnalistik MTsN 33 Jakarta
  • Drama Osis Masuk Islam Umar bin Khattab

    Osis menampilkan Drama Islam tentang masuk islamnya Umar bin Khattab pada acara Isra Mi'raj Di MTsN 33 Jakarta

  • Nano Sains ITB Bandung

    Dua Siswi (Annisa Nurfauziah dan Vlananda Putri) mengikuti Nano Sains di ITB bandung

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Jumat, 30 September 2016

KHOIRUNNISA TERPILIH MENJADI KETUA OSIS



 Jakarta, Khairunnisa akhirnya terpilih menjadi Ketua Osis MTsN 33 Jakarta untuk masa periode tahun pelajaran 2016/2017. Memperoleh suara terbanyak dibandingkan 4 kandidat lainnya, Acha demikian panggilan akrabnya mempu menarik simpatik dari siswa-siswi hampir 50% dari jumlah siswa di MTsN 33 Jakarta.
Selain aktif di Osis, Acha akitif juga dibeberapa ekskul terutama paskibra dan banyak mengikuti perlombaan-perlombaan. Ucapan selamat pun berdatangan terutama dari Ketua OSIS dimisioner, Muhammad Rifiki saat diakhir perhitungan suara.

http://beritamtsn33.blogspot.com

Jumat, 23 September 2016

MAHIR VIDEO EDITING DALAM 1 SESI

Jakarta, MSJ 33 atau Muslim Student Journalist 33 berikan pelatihan kepada anggotanya video editing dengan Ulead Video Editing jumat (23/09). Kemampuan ini bertujuan agar para jurnalis bisa mengedit video baik dari foto maupun movie untuk dijadikan satu file video. Kami selama beberapa bulan pertama ini memberikan pendidikan dan latihan dalam bidang IT tingkat dasar kepada jurnalis MTsN 33 Jakarta, jelas Asep Mulyana Pembina Jurnalistik MTsN 33 Jakarta.  Bulan pertama ini, MSJ 33 sudah memberikan pelatihan seperti membuat blog, mengelola blog, teknik memotret dan Video Editing. Kegiatan tersebut rutin dilakukan tiap hari jum’at sepulang sekolah.

Ulead Video Editing merupakan salah satu software yang mudah, sederhana, tidak memakan memori terlalu banyak serta memiliki fitur yang lumayan keren, tambah Asep Mulyana.


Setelah ini, Jurnalistik MTsN 33 Jakarta akan memberikan pelatihan teknik mengambil video baik untuk berita maupun untuk pembuatan film pendek. Hasilnya akan diedit melalui software yang telah diajarkan sebelumnya.

  

Rabu, 14 September 2016

MSJ 33 LATIH ANGGOTA JURNALIS BIKIN BLOG

Muslim Student Journalist 33 MTsN 33 Jakarta latih anggotanya membuat blog selama 2 bulan atau 8 kali pertemuan, ungkap Asep Mulyana Pembina MSJ 33 Jakarta. Dengan program terpadu dan terstruktur, maka anggota jurnalis MTsN 33 Jakarta diharapkan mampu menulis, mengelola dan memanfaatkan Blog untuk mengembangkan diri kejurnalistikannya.



http://beritamtsn33.blogspot.com

SMK PGRI LATIH JURNALIS 33 TEKNIK MEMOTRET

Mengenakan kemeja bertuliskan Multimedia-Animasi, sebanyak 5 Siswa SMK PGRI Jakarta latih anggota jurnalistik MTsN 33 Jakarta. Kedatangannya ingin berbagi ilmu dengan para jurnalis tsanawiyah negeri 33 Jakarta walaupun tugas utama yang diberikan sekolahnya. Jurnalistik tahun pelajaran ini lebih kedepankan praktek sekitar 70% sedangkan teori 30% ungkap Asep Mulyana, perintis Muslim Student Journalist.

Hari jum'at tiap minggunya sehabis kegiatan belajar, mereka kita latih untuk membuat blog dengan target selama 3 bulan ini, tambahnya. Namun dengan kehadiran SMK PGRI ini menjadi pewarna dan penambah keilmuan apalagi salah satu nya merupakan alumni MTsN 33 Jakarta, Iqbal.

Layaknya pembicara profesional mereka menampilkan slide dengan menggunakan macromedia Flash yang simple, menarik dan mudah dipahami. Setelah penjelasan, mereka mengajar anggota jurnalistik untuk mencoba  langsung kamera SLR untuk melatih 3 hal yang paling utama dalam sebuah kamera yaitu Apperature, Shutter Speed dan ISO.

Sebagai model dadakannya, Bagas salah satu anggota jurnalistik kelas 7 ini menjadi hidup suasana pelatihan di tengah lapangan MTsN 33 Jakarta.
http://beritamtsn33.blogspot.com

Rabu, 07 September 2016

KAJI ULANG PEMBELAJARAN IURAN HEWAN QURBAN DI SEKOLAH

Hampir sebagian besar sekolah-sekolah di Indonesia menjelang hari Idul Adha menyelenggarakan pemotongan hewan qurban di sekolah. Dimana setiap siswa dikenakan beberapa puluh ribu bahkan ada yang iuran hingga diatas 100.000 rupiah per siswanya.

Dana itu dikumpulkan sebanyak 1 kelas yang kemudian dibelikan hewan kambing minimal mereka harus bisa menyumbangkan 1 kelas 1 ekor kambing.
Pembelajaran ini sudah menjadi tradisi turun temurun. Akan kan ini pembelajaran ?. Dan apakah dinilai sebagai Ibadah Qurban. Seorang pakar Ekonomi Syariah, Erwandi Timidzi dalam Tanya jawabnya di salah satu stasiun Radio Islam menanggapi pertanyaan fenomena tentang iuran hewan qurban di sekolah mengatakan itu bukan pembelajaran tapi pembodohan (8/9).

Ibadah qurban memiliki ketentuan yang jelas, dimana 1 ekor kambing untuk 1 orang, sementara 1 ekor sapi untuk 7 orang.

Menurut saya ada solusi yang tepat dalam pembelajaran hewan qurban di sekolah tanpa menyelisihi aturan syariat islam.
Yaitu adakan tabungan selama 1 tahun terhadap siswa dan sifatnya sukarela bagi yang mampu. Sehingga pada saat menjelang hari Idul Adha, Satu orang bisa menyumbangkan 1 hewan qurbannya. Bayangkan jika ada 300 siswa di satu sekolah saja maka akan ada 300 hewan qurban.

http://beritamtsn33.blogspot.com