Jurnalistik

Jurnalistik MTsN 33 Jakarta
  • Drama Osis Masuk Islam Umar bin Khattab

    Osis menampilkan Drama Islam tentang masuk islamnya Umar bin Khattab pada acara Isra Mi'raj Di MTsN 33 Jakarta

  • Nano Sains ITB Bandung

    Dua Siswi (Annisa Nurfauziah dan Vlananda Putri) mengikuti Nano Sains di ITB bandung

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Sabtu, 10 Oktober 2015

Berita OSIS MTsN 33 Jakarta di bekasimedia.com


Bekasimedia – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  Madrasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta kembali menggelar pergantian kepengurusan. Uniknya, tahun ini OSIS Madrasah  yang terletak di Jalan Pertengahan No 3A Cijantung Pasar Rebo Jakarta Timur ini menggelar pemilihan ketua OSIS dengan cara syariah. Konsep syariah yang digelar untuk memilih ketua OSIS ini merupakan yang pertama dilakukan oleh sekolah ini maupun yang lainnya di Jakarta Timur.
Tujuan digelarnya pemilu syariah ini, menurut Pembina OSIS, Asep Mulyana adalah mengenalkan konsep islam dalam pemilihan kepemimpinan untuk tingkat sekolah yang diwadahi oleh OSIS sebagai Organisasi Siswa di sekolah.
Menurut Asep, sebagai sekolah yang berbasis Islam, perlu mengenalkan melalui simulasi langsung tentang pemilihan syariah. Sebelumnya, Asep  berkonsultasi terlebih dahulu dengan Wakil Kesiswaan, Ahmad Bahrun dan Kepala Madrasah, Solihin. Akhirnya dibuat konsep dan proses pemilihannya menjadi beberapa tahapan.

“Dasar dari pemilihan kepemimpinan dalam Islam adalah musyawarah untuk memberikan jabatan kepada orang yang terbaik, memilih yang paling ideal dan memiliki kemampuan memimpin serta mempunya jiwa  amanah (kejujuran). Kategori inilah yang menjadi acuan untuk menentukan siapa yang pantas dijadikan pemimpin atau ketua OSIS,” ujar Asep.
Berbeda dengan sistem pemilihan umum yang diselenggarakan di masyarakat, dimana setiap orang punya hak bersuara atau “One Man, One Vote”, Satu Orang, Satu Suara. Suara terbanyak menjadi barometer  kemenangan seorang calon kandidat untuk menjadi pemimpin. Sementara itu calon kandidat mengkampanyekan diri untuk meraih simpati suara para pemilih, dibuatlah retorika menarik dan visi-misi yang menjual. Pemilih pun menggunakan hak suaranya berdasarkan banyak alasan yang berbeda-beda, ada yang memilih karena kedekatan, balas budi karena kebaikan, logika berfikir cerdas dan adapula yang asal memilih.
Sementara dalam islam, ujar Asep, suatu jabatan itu adalah amanah dan tugas bukan suatu kemuliaan. Konsep inilah yang ditanamkan  di OSIS MTsN 33 Jakarta.
“Kita memilih ketua OSIS melalui musyawarah (syura) untuk menentukan siapa yang layak dan paling ideal untuk menjadi ketua OSIS. Kategori yang dinilai antara lain; kemampuan dalam memimpin, sikap dan tanggung jawabnya,” tambahnya.
Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemilihan ketua OSIS MTsN 33 Jakarta, secara syariah antara lain:
Tahap pertama, Rapat pengurus OSIS tanggal 7 September 2015 yang dihadiri pengurus OSIS kelas 8 dan 9. Menjelaskan tentang konsep pemilihan syariah, alasannya dan tahapan-tahapannya. Setelah itu dalam rapat pengurus  OSIS menunjuk beberapa siswa yang layak  untuk diajukan sebagai calon kandidat. Terpilihlah 4  calon kandidat yaitu, Mohammad Jarja, Ilyas Firdaus dan Muhammad Rifki.
Tahap kedua, OSIS membentuk komisi pemilihan atau dikenal dengan  istilah dalam islam Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri beberapa pengurus yang dipilih dari kelas 9, yang diketuai dari pengurus OSIS termuda sebagaimana sepeninggal khalifah Umar bin Khattab, dipilihkan  Abdurahman bin Auf yang memimpin sementara untuk menentukan siapa yang layak menjadi khalifah.
Tahap ketiga, Tim Ahlul Halli wal aqdi (Komisi Pemilihan) mencari informasi dan data tentang profile dan track record (catatan) baik yang positif  maupun yang negatif. Data dan informasi itu didapatkan dari berbagai sumber baik dari siswa maupun dari guru-guru. Informasi dan data ini akan menjadi bahan untuk dimusyawarahkan.
Tahap keempat, OSIS mengundang perwakilan kelas yang terdiri ketua kelas dan wakilnya untuk bermusyawarah dan Tim Ahlul Halli wal Aqdi untuk menimbang dari berbagai sisi profil dan rekam jejak  masing-masing calon kandidat kemudian dipilihlah yang paling mendekati ideal untuk dijadikan pemimpin (ketua OSIS)
Tahap Kelima, Hasil musyawarah tersebut ditetapkan dihadapan Pembina OSIS,  beberapa perwakilan kelas serta pengurus OSIS, maka terpilihkan Muhammad Rifki sebagai ketua OSIS.
Tahap keenam, Pembacaan ikrar janji setia pengurus OSIS baru dan serah terima jabatan ketua OSIS lama dan OSIS baru yang diselenggarakan 21 september 2015.
“Keenam tahap inilah yang dilakukan OSIS MTsN 33 Jakarta pada proses pemilihan ketua OSIS tahun 2015/2016  dan  berharap dari proses pemilihan tersebut, menjadi warna sendiri buat sejarah OSIS MTsN 33 Jakarta terhadap proses pemilihan ketua OSIS di madrasah. Banyak faidah yang didapat dari pemilihan ketua OSIS secara syariah,” pungkas Asep. (*/eas)


http://beritamtsn33.blogspot.com

Minggu, 04 Oktober 2015

GEBYAR SEMARAK MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM

Jakarta, 6 Oktober 2015, MTs Negeri 33 Jakarta bekerja sama dengan pengurus Komite MTsN 33 Jakarta dan  warga lingkungan sekolah menyelenggarakan gebyar semarak menyembut tahun baru islam tahun 1437 H. Tahun ini, panitia mengundang penceramah yang terkenal disalah satu TV swasta nasional, Mamah dedeh. Penceramah yang disukai mayoritas kaum ibu-ibu ini akan hadir pada hari rabu, tanggal 7 Oktober 2015 sebagai penceramah tunggal di MTs Negeri 33 Jakarta.
http://beritamtsn33.blogspot.com