Jurnalistik

Jurnalistik MTsN 33 Jakarta
  • Drama Osis Masuk Islam Umar bin Khattab

    Osis menampilkan Drama Islam tentang masuk islamnya Umar bin Khattab pada acara Isra Mi'raj Di MTsN 33 Jakarta

  • Nano Sains ITB Bandung

    Dua Siswi (Annisa Nurfauziah dan Vlananda Putri) mengikuti Nano Sains di ITB bandung

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Minggu, 29 November 2015

Kemeriahan Hari Guru 2015 di MTsN 33 Jakarta


Apa saja kemeriahan Hari Guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta ?

Acara dimulai pukul 07.00 Wib tapi sebelumnya kita gladi resik dulu terutama untuk  petugas upacara dari Paskibra dan Osis.

Upacara Bendera




Puisi



Lagu " Terimakasih Cikgu " dari OZIX 9



Pemberian Tanda Mata dari Komite Sekolah

Melukis ' Selamat Hari Guru " oleh Siswa Kelas 9.5

Drama dari Osis

Lagu ' Bunda " dari Kelas 9.4

Istirahat

Tarian Tradisional

Stand Up Comedy

Puisi

Puisi Berantai

Penutupan








 
http://beritamtsn33.blogspot.com

Rabu, 25 November 2015

STAND UP COMEDY TURUT MERIAHKAN PERINGATAN HARI GURU DI MTsN 33 JAKARTA






Berbadan besar diantara teman sebayanya, Umi Kulsum siswi MTsN 33 Jakarta membuat penonton terpingkal-pingkal melihat aksi Stand Up Comedy didepan lapangan. Tidak jauh berbeda dengan Adit, Andi dan Irfan lebih membuat guru-guru tertawa terbahak-bahak, bahkan kalau dibandingkan dengan Stand Up Comedy di TV, ini lebih seru, kata salah satu guru.


Umi dalam Stand Up Comedy dihadapan seluruh siswa menceritakan bahwa ketika dia melewati tangga selalu teman-teman lainnya menghindar (berbadan besar :red) , dia kira gua bangke, demikian mengawali guyonannya yang membuat para guru disekitarnya tertawa.

Sementara adit, Andi dan Irfan menceritakan guyonannya tentang dunia remaja,bahkan Irfan pada salah satu guyonannya mengatakan bahwa air itu sifatnya labil, ketika minum berwarna putih pas keluar kuning, meledakkan tawa siswa yang diduduk dipinggir lapangan madrasah.

Selain Stand Up Comedy, OSIS sebagai penyelenggara kegiatan, juga menampilkan karya seni para siswa seperti lagu untuk guru, pembacaan puisi, tarian tradisional serta melukis pada sebuah papan.
Gurupun membalas puisi dari siswa dalam  bentuk ungkapan hati menambah haru suasana lapangan madrasah yang terletak di Jalan Pertengahan Cijantung Jakarta Timur ini.

Sebagai penutup acara, pelukan dan air mata saat bunga mawar merah diberikan pada guru-guru MTsN 33 Jakarta membuat akhir acara menjadi syahdu.
Selamat Hari Guru Nasional.






http://beritamtsn33.blogspot.com

Senin, 09 November 2015

OSIS LAKUKAN PEMBINAAN PENGURUSNYA MELALUI "MENTORING SYSTEM"


Tahun ini, OSIS mengadakan pembinaan pengurusnya melalui "Mentoring System ". Apa itu Mentoring System ?. Sebuah pembinaan yang dilakukan melalui Senior dengan Juniornya atau Alumni (Senior ) dengan pengurus OSIS sebagai juniornya.
Apa manfaatnya ?. Kegiatan mentoring yang terprogram akan menumbuhkan potensi pengurus OSIS. Apalagi mentoring OSIS MTsN 33 Jakarta memiliki program, Belajar Tahsin dan membantu program Tahfidz, pembinaan Aqidah, pembinaan Akademik ( Bahasa Arab ) dan pembinaan keorganisasian.
Dengan mentor yang masih muda, membuat para pengurus OSIS yang berusia remaja ini akan lebih terbuka dan untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Sehingga pembinaan akan bisa mengarahkan kepada hal-hal yang positif.


 
http://beritamtsn33.blogspot.com

Sabtu, 10 Oktober 2015

Berita OSIS MTsN 33 Jakarta di bekasimedia.com


Bekasimedia – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  Madrasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta kembali menggelar pergantian kepengurusan. Uniknya, tahun ini OSIS Madrasah  yang terletak di Jalan Pertengahan No 3A Cijantung Pasar Rebo Jakarta Timur ini menggelar pemilihan ketua OSIS dengan cara syariah. Konsep syariah yang digelar untuk memilih ketua OSIS ini merupakan yang pertama dilakukan oleh sekolah ini maupun yang lainnya di Jakarta Timur.
Tujuan digelarnya pemilu syariah ini, menurut Pembina OSIS, Asep Mulyana adalah mengenalkan konsep islam dalam pemilihan kepemimpinan untuk tingkat sekolah yang diwadahi oleh OSIS sebagai Organisasi Siswa di sekolah.
Menurut Asep, sebagai sekolah yang berbasis Islam, perlu mengenalkan melalui simulasi langsung tentang pemilihan syariah. Sebelumnya, Asep  berkonsultasi terlebih dahulu dengan Wakil Kesiswaan, Ahmad Bahrun dan Kepala Madrasah, Solihin. Akhirnya dibuat konsep dan proses pemilihannya menjadi beberapa tahapan.

“Dasar dari pemilihan kepemimpinan dalam Islam adalah musyawarah untuk memberikan jabatan kepada orang yang terbaik, memilih yang paling ideal dan memiliki kemampuan memimpin serta mempunya jiwa  amanah (kejujuran). Kategori inilah yang menjadi acuan untuk menentukan siapa yang pantas dijadikan pemimpin atau ketua OSIS,” ujar Asep.
Berbeda dengan sistem pemilihan umum yang diselenggarakan di masyarakat, dimana setiap orang punya hak bersuara atau “One Man, One Vote”, Satu Orang, Satu Suara. Suara terbanyak menjadi barometer  kemenangan seorang calon kandidat untuk menjadi pemimpin. Sementara itu calon kandidat mengkampanyekan diri untuk meraih simpati suara para pemilih, dibuatlah retorika menarik dan visi-misi yang menjual. Pemilih pun menggunakan hak suaranya berdasarkan banyak alasan yang berbeda-beda, ada yang memilih karena kedekatan, balas budi karena kebaikan, logika berfikir cerdas dan adapula yang asal memilih.
Sementara dalam islam, ujar Asep, suatu jabatan itu adalah amanah dan tugas bukan suatu kemuliaan. Konsep inilah yang ditanamkan  di OSIS MTsN 33 Jakarta.
“Kita memilih ketua OSIS melalui musyawarah (syura) untuk menentukan siapa yang layak dan paling ideal untuk menjadi ketua OSIS. Kategori yang dinilai antara lain; kemampuan dalam memimpin, sikap dan tanggung jawabnya,” tambahnya.
Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pemilihan ketua OSIS MTsN 33 Jakarta, secara syariah antara lain:
Tahap pertama, Rapat pengurus OSIS tanggal 7 September 2015 yang dihadiri pengurus OSIS kelas 8 dan 9. Menjelaskan tentang konsep pemilihan syariah, alasannya dan tahapan-tahapannya. Setelah itu dalam rapat pengurus  OSIS menunjuk beberapa siswa yang layak  untuk diajukan sebagai calon kandidat. Terpilihlah 4  calon kandidat yaitu, Mohammad Jarja, Ilyas Firdaus dan Muhammad Rifki.
Tahap kedua, OSIS membentuk komisi pemilihan atau dikenal dengan  istilah dalam islam Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri beberapa pengurus yang dipilih dari kelas 9, yang diketuai dari pengurus OSIS termuda sebagaimana sepeninggal khalifah Umar bin Khattab, dipilihkan  Abdurahman bin Auf yang memimpin sementara untuk menentukan siapa yang layak menjadi khalifah.
Tahap ketiga, Tim Ahlul Halli wal aqdi (Komisi Pemilihan) mencari informasi dan data tentang profile dan track record (catatan) baik yang positif  maupun yang negatif. Data dan informasi itu didapatkan dari berbagai sumber baik dari siswa maupun dari guru-guru. Informasi dan data ini akan menjadi bahan untuk dimusyawarahkan.
Tahap keempat, OSIS mengundang perwakilan kelas yang terdiri ketua kelas dan wakilnya untuk bermusyawarah dan Tim Ahlul Halli wal Aqdi untuk menimbang dari berbagai sisi profil dan rekam jejak  masing-masing calon kandidat kemudian dipilihlah yang paling mendekati ideal untuk dijadikan pemimpin (ketua OSIS)
Tahap Kelima, Hasil musyawarah tersebut ditetapkan dihadapan Pembina OSIS,  beberapa perwakilan kelas serta pengurus OSIS, maka terpilihkan Muhammad Rifki sebagai ketua OSIS.
Tahap keenam, Pembacaan ikrar janji setia pengurus OSIS baru dan serah terima jabatan ketua OSIS lama dan OSIS baru yang diselenggarakan 21 september 2015.
“Keenam tahap inilah yang dilakukan OSIS MTsN 33 Jakarta pada proses pemilihan ketua OSIS tahun 2015/2016  dan  berharap dari proses pemilihan tersebut, menjadi warna sendiri buat sejarah OSIS MTsN 33 Jakarta terhadap proses pemilihan ketua OSIS di madrasah. Banyak faidah yang didapat dari pemilihan ketua OSIS secara syariah,” pungkas Asep. (*/eas)


http://beritamtsn33.blogspot.com

Minggu, 04 Oktober 2015

GEBYAR SEMARAK MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM

Jakarta, 6 Oktober 2015, MTs Negeri 33 Jakarta bekerja sama dengan pengurus Komite MTsN 33 Jakarta dan  warga lingkungan sekolah menyelenggarakan gebyar semarak menyembut tahun baru islam tahun 1437 H. Tahun ini, panitia mengundang penceramah yang terkenal disalah satu TV swasta nasional, Mamah dedeh. Penceramah yang disukai mayoritas kaum ibu-ibu ini akan hadir pada hari rabu, tanggal 7 Oktober 2015 sebagai penceramah tunggal di MTs Negeri 33 Jakarta.
http://beritamtsn33.blogspot.com

Jumat, 18 September 2015

ANGGARAN DASAR OSIS MTsN 33 JAKARTA





http://beritamtsn33.blogspot.com

Selasa, 15 September 2015

SEMANGAT MENGGEBU TANPA KENDALI PENYEBAB TIDAK DISIPLIN ?

Semangat yang besar mempunyai dampak besar bagi kepuasan manusia. Orang yang emosi dan perasaannya suka berubah-rubah, ia akan menjadi orang yang tidak teguh dan tidak fokus dalam sikap.

Orang yang memulai suatu pekerjaan lalu sebelum tuntas ia pindah ke pekerjaan lainnya. Ia menggarap sekelompok pemuda untuk dibina dengan semangat bergelora kemudian meninggalkannya dan merekrut kelompok lain padahal kelompok yang pertama belum jadi.Begitu seterusnya.hingga kekuatannya terkuras, sementara hasilnya tidak ada. Semangatnya akan segera hilang sedang nafas tersengal-sengal karena kelelahan.

Semangat yang disandarkan pada emosi dan perasaan yang tidak dikendalikan dan sikap yang tidak ditumpukan pada dasar dan pegangan yang kuat, maka tidak akan lurus, tidak akan fokus, akan mudah berubah dan tidak mantab.
Oleh karena itu salah satu penyebab tidak disiplin adalah semangat menggebu tanpa kendali.
http://beritamtsn33.blogspot.com

Senin, 14 September 2015

BAHAYA TIDAK DISIPLIN


 Sesuatu yang tidak diragukan lagi, ketidak disiplinan banyak menimbulkan efek yang luarbiasa buat kita pribadi dan orang lain umumnya. Ya bener...sangat berbahaya... kok bisa ? ketidakdisiplinan bahkan mampu membuat nyawa orang melayang, pernahkah kita melihat orang yang tidak disiplin dnegan menerobos lampu merah dan akhirnya terjadi kecelakaan yang meregut nyawa diri dan orang lain. Oleh karena itu tidak disiplin banyak sekali dampaknya.
Berikut ini bahaya tidak disiplin diambil dari buku 'Manajemen Hidup Bahagia" karya Adil bin Muhammad Alu Abdul Ali.
1. Hilangnya waktu dan Potensi
2. Terbuangnya tenaga dan kekuatan
3. Munculnya kebencian dan permusuhan
4. Kegagalan yang fatal
5. Futur dan berhenti ditengah jalan
6. Tidak ada hikmah (kebijakan) dalam berinteraksi dengan berbagai persoalan

Demikian bahaya yang diakibatkan ketidak disiplinan yang dilakukan seseorang.
http://beritamtsn33.blogspot.com

Minggu, 13 September 2015

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS 2015
























http://beritamtsn33.blogspot.com

Jumat, 11 September 2015

Rapat Sosialisasi Program Sekolah

Jakarta, 12 September 2015, Se Madrarasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta menggelar sosialisasi Program Kerja kepada wali murid kelas 7 di Masjid Ibnu Sina guna mensukseskan program sekolah tahun pelajaran 2015/2016. Sosialisasi ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB, Chusniyati,S.Ag selaku pembawa acara membuka sosialisasi dengan pembacaan Al Fatihah yang kemudian dilanjutkan dengan  Pembacaan Hafidzul Qur'an juz 29 dan 30 oleh Fahira dan Alaya siswi kelas 9. 

Keduanya tampil percaya diri membacakan surat yang diacak oleh pembaca acara. Fahira siswi kelas 9.1 ini pernah meraih juara pertama tingkat jakarta timur dalam Hafaidzul Qur'an juz 29 dan 30.

Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang diawali oleh perwakilan warga sekolah, kemudian sebelum dilanjutkan sambutan oleh ketua komite MTsN 33 Jakarta, dimunculkan tayangan video Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS beberapa hari yang lalu. 









Dan sebagai pembicara utama sekaligus sosialisasi program sekolah, Bapak Solihin,S.Pd memaparkan program sekolah kepada puluhan wali murid kelas 7 ini. Beliau menyampaikan program-program kerja sekolah seperti :
1. Peningkatan mutu membaca Al-qur’an, melalui kegiatan “Matrikulasi Membaca Al-qur’an”
2. Peningkatan mutu capaian Ujian Nasional dengan target beberapa siswa yang mencapai rata-rata 4 Mapel = 100
3. Pembentukan Club Belajar pada beberapa mata pelajaran, seperti Club MIPA, Club IPS, KIR, dll
4. Program Siswa Sehat, melalui gerakan olah raga dan pemberian asupan gizi
5. Peningkatan sarana prasarana pendukung, seperti kolam dan taman
6. Peningkatan pemberdayaan Masjid
7. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)
8. Program Madrasah Sehat, melalui penanaman pohon 
9. Program Hidup Hemat melalui “Gerakan Gemar Menabung”
10. Koordinasi dan kerjasama dengan Komite Madrasah dalam peningkatan mutu guru dan karyawan.


 



http://beritamtsn33.blogspot.com