Jurnalistik

Jurnalistik MTsN 33 Jakarta
  • Drama Osis Masuk Islam Umar bin Khattab

    Osis menampilkan Drama Islam tentang masuk islamnya Umar bin Khattab pada acara Isra Mi'raj Di MTsN 33 Jakarta

  • Nano Sains ITB Bandung

    Dua Siswi (Annisa Nurfauziah dan Vlananda Putri) mengikuti Nano Sains di ITB bandung

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Sabtu, 24 Agustus 2013

Gunakan Otak, Hati dan Nyali

Hai guys! Kenalin nama gue Feny Ditya Hanifah, biasa di panggil Feny. Kali ini gue mau cerita tentang beberapa pengalaman apa aja di OSIS yang setiap pengalamannya dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari gue, so read my story! ~^^



 Chapter 1:
 Dari semua pengalaman yang gue tulis di sini adalah momen-momen yang paling penting bagi gue, dan momen yang paling mempengaruhi hidup gue. Dan semuanya di mulai dari….. Ini adalah hari di mana semua orang menyaksikan gue, gue yang berdiri di depan kalian semua dengan memegang secarik kertas yang bertuliskan tentang bagaimana gue bisa memimpin OSIS dengan cara gue sendiri… Hari terakhir gue mempromosikan diri gue di depan temen-temen sebagai calon wakil ketua OSIS. Mungkin sebagian dari kalian ada yang udah tau, dan sebagian lagi pastinya belum tau gimana kondisi gue saat itu. Yang pasti satu, gue takut, dan gugup. Gue kira gue bisa melakukan yang terbaik, ternyata enggak. Gue melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal. Yaitu, kenapa dari dulu gue harus hidup sebagai orang yang pemalu dan penakut.

Karna itu saat gue mempromosikan diri gue di depan, gue gagal karna ketakutan dan kegugupan gue. Teks yang gue hafalin selama menjadi calon kandidat ketua OSIS hanya sebuah kata-kata bermakna kesia-siaan. Karna apa? Ya itu karna dari awal gue adalah orang yang bernyali kecil dan pemalu. Alhasil setelah gue berpidato, di balik tembok gue cuma bisa duduk dan mengakui kebodohan gue… Intinya saat kita tau bahwa kita adalah orang yang bernyali kecil dan pemalu. Maka saat dimana kau berada di depan semua orang kau harus tau bahwa semua itu hanya sia-sia. Maka itu, saat kita menyadari bahwa kita adalah orang yang bernyali kecil ubahlah sifat mu itu.


Kalian tau, saat kalian berada di depan semua orang kalian tidak akan tau seperti apa pemikiran orang-orang tentang kalian, sebelum kau sendiri yang memulainya….. jika kau memulainya dengan kegugupan yang mendalam dan nyali yang belum kalian siapkan dari awal maka akhir diri kalian hanyalah sia-sia. Dan jika kalian mengawali dengan fikiran positif seperti, “ini hari gue di man ague harus sukses. Gue ngak tau nanti apa yang akan difikirkan tentang gue sebelum gue yang memulainya. Tandanya gue harus memulai semua ini dengan baik.” Maka kalian akan tau bahwa pemifikiran orang lain tentang anda adalah “dia bagus”, “dia hebat”, “aku iri dengannya”, dengan melalui tepuk tangan yang meriah, dan senyum yang tersungging indah di bibir semua orang yang mendengar perkataanmu. Jadi kuatkan nyalimu karna itu adalah modal awal kau akan sukses. ^^

 Chapter 2:
Ini adalah hari dari hari yang kesekian kalinya semua anggota OSIS berkumpul bersama. Kami berteman, ya, berteman dengan siapa saja. Tapi dari hari ke hari teman kami berkurang. Bagaimana tidak, mereka yang di keluarkan atau yang keluar adalah orang yang tidak serius menjalani Organisasi di sekolah. Benyakan orang yang dikeluarkan adalah orang-orang yang hanya mau numpang tenar doank. Tapi fikir, apa itu bukankah hal yang bodoh? Kenapa bodoh? Karna mereka tak memikirkan apa yang terpenting sebuah ke-Organisasian. Sahabat di luar OSIS bukanlah yang terpenting saat kita di OSIS tapi yang terpenting bagaimana kita bisa sukses belajar di sebuah ke organisasian. Di hari ini, adalah hari catatan momen yang termasuk penting, yaitu rapat tentang kelayakan dia apa masih tetap berada di OSIS atau tidak. Ini semua berkaitan dengan masalah mereka termasuk permsalahan yang benar – benar dan buruk di hadapan sekolah, guru, dan siswa. Hal yang termasuk keji dan di larang oleh Allah. Hari sidang saat itu berlanjut dengan tegang, *bagi mereka yang melakukan kesalahan berat.

 Dan kalian tau sedang berakhir dengan apa? Yap semua orang yang melakukan kesalahan di keluarkan dari OSIS, karna bagi kami jika mereka hanya melakukan sebuah kesalahan ringan dan kecil maka kami akan mentolerasikannya untuk mereka. Tapi kali ini tidak ada kata maaf untuk mereka atas kesalahan besar yang telah mereka perbuat, alhasil mereka akan menggerutu dan dan mengebass kami yang telah mengeluarkan mereka. Tapi jika di fikir – fikir melakukan hal tersebut hanya akan membuang waktu – waktu saja bukan? Kenapa mereka tidak memikirkan bagaimana caranya mereka agar tetap bertahan di OSIS?. Tapi sayangnya mereka tidak memikirkannya sampai sana, mereka terlalu cenderung pada emosinya. Dan setelah beberapa hari kemudian, satu orang dari mereka yang di keluarkan datang dan berusaha untuk tetap masuk dan bertahan di OSIS.

Dan gue fikir hati dan otaknya tetap berkata ingin bertahan di OSIS. Dia, selama persidangan di mana keputusan di akan tetap di tolak atau di terima terlihat hatinya ber do’a. hatinya kalut, takut, dan gugup. Gue yang hanya melihatnya dari sorot matanya bisa melihat isi hatinya jelas. Kenapa? Karna mata… bisa mengespresikan suasana hati seseorang. Sidang berjalan cukup lama, dan beberapa pertimbangan, dengan salah satunya dia berjuang ers untuk tetap bertahan, akhirnya dia di terima. Kalian tau apa yang dia rasakan setelah mendengar bahwa dia di terima kembali? Dia merasakan hatinya kembali lega, seolah-olah selama ini hatinya tercekik dengan sangat erat dan rasanya sangat sulit untuk bernafas. Dan disaat hatinya merasakan kelegaan yang luar biasa, air mata yang terbendung di matanya keluar dengan mulus dan dalam air mata itu terdapat arti bahwa air mata itu keluar karna dia senang, dan yang kedua air mata itu keluar bisa saja karna hatinya yang tercekat, tercekat lebih keras lagi jika telinganya tidak mendengar bahwa ia di terima kembali. Jadi guys intinya, hidup ini gunakanlah dengan sebaik-baiknya, dan berusahalah jangan melakukan kesalahan sekecil apapun, karna kita pasti tau bahwa di kehidupan selanjutnya kita akan tersesat. Dan juga, gunakan mata ini dengan sebaik-baiknya, karna mata ini kita bisa melihat keadaan hati seseorang, jika hati orang tersebut sedang terluka hiburlah dan temanilah. Karna itu, gunakanlah mata ini dengan sebaik-baiknya untuk melihat hati seseorang. ^^

Chapter 3:
 Nah, guys cerita yang satu ini bisa banget kalian ambil maknanya. Karna ini bersangkutan tentang anak remaja saat ini. Di hari saat persidangan, sebenarnya tak hanya satu orang yang masih ingin tetap berada di OSIS tapi ada 2 orang lebih. Nah salah satunya kita sebut aja si A. si A ini sebenarnya masih tetap ingin berada di OSIS tapi ia tetap ngak bisa kembali lagi ke OSIS karna apa? Gue udah rada-rada lupa karna apa, tapi yang pasti sebenarnya perbedaan dia sama yang di terima kembali kasusnya sama, ya sebenarnya agak ringanan dia dikit tetep aja dia ngak di terima kembali. Alasannya satu, karna dia saat persidangan tidak membela diri mati-matian seperti temannya yang di terima kembali. Dia hanya mengikuti keadaannya, tapi alhasil kenyataannya dia ngak di terima kembali. Menurut gue itu sama aja percuma, dan artinya dia ngak sepenuh hati pengen tetep berada di organisasi.

Gue rasa dia ikut OSIS karna ikut-ikuttan temennya. Dan bukan ikut karna akan pentingnya sebuah ke organisasian. Nah si A ini kan, akhrinya ngak bisa kembali lagi ke OSIS, dan ternyata dia ini punya pacar, atau cowonya di OSIS. Mungkin ngerasa ngak enak atau enggak resep di OSIS karna ngak ada cewenya akhirnya beberapa hari kemudian laki-laki itu memutuskan untuk keluar dari OSIS. Kalau gue fikir-fikir menurut diri gue pribadi itu adalah keputusan dan pemikiran hal yang bodoh. Kenapa bodoh? Ya karna itu, hanya karna hanya ngak ada pacarnya dia lebih memilih keluar dari OSIS, dan seharusnya dia juga bisa membedakan dirinya saat berada di luar OSIS dan di dalam OSIS. Saat berada di OSIS, otak dan hati harus mantap untuk serius di OSIS, jika berada di luar OSIS boleh saja otak dan hati berfikiran ke mana-mana. Jika mereka orang – orang yang bisa bersikap seperti itu adalah orang yang bisa mengatur dan mengendalikan perasaannya. Tapi tetap saja kita sebagai orang lain tak bisa untuk berbuat apa-apa karna semuanya hanya dia yang bisa memutuskannya. jadi guys, intinya jika kalian mempunyai seorang kekasih, atau pacar jangan gunakan alas an tersebut dalam hal kondisi apapun, karna apa? Karna seorang apacar hanyalah sebuah teman yang selalu menemani kita disaat kesepian. Dan pastinya berbeda dengan yang namanya dengan jodoh.

 Seorang jodoh adalah sebuah hal yang berbeda dalam keadaan kondisinya dan situasinya. Jadi jangan halangi ke ingin tahuan alamiah kalian dan jangan halangi penambahan pembelajaran kalian hanya karna seorang pacar. Gue harap kalian bisa membedakan di mana saat kalian harus memikirkan seorang pacar dan memikirkan untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Dan juga alangah lebih baiknya kalian tak usah memikirkan seorang pacar, anggap saja, atau jadikan saja mereka seorang sahabat yang enak diajak curhat dan bermain. Karna di usia kita, kita masih harus menambah ilmu pengetahuan kita, karna jodoh sudah ada yang mengatur. ~^^ Chapter 4: Dan ini adalah cerita gue yang terakhir, cerita yang paling bikin gue terkesan dan pengen terus-menerus untuk melanjutkannya! Waktu itu, kita para OSIS pernah di kasih tugas untuk membuat cerita tentang pengalaman kami di OSIS, di saat gue lagi nulis, gue kefikiran kenapa di saat gue nulis cerita gue seneng banget? Kenapa gue orangnya sangat mudah berimajinasi? Kenapa gue suka suatu tutur kata yang mengesankan dan dalam bahasa sederhana itu terdapat inti yang sangat menyentuh hati?, dan di situ gue mulai mencoba untuk membuat sebuah karya tulis, atau cerita novel yang biasa di bilang FanFiction.

Gue mencoba membuatnya dengan pemikiran sendiri dan 2 buah karya tulis gue sudah selesai. Gue coba tanya sama temen gue bagaimana cerita yang gue bikin, dan mereka bilang “wahh fen, ini bagus”, “nyentuh banget fen”, dan lain-lain. Dan saat ini, hari ini tanggal 24 bulan Agustus 2013 gue sedang membuat sebuah karya novel yang gue buat dengan serius. Yang ber-genre romance, dan sebuah novel FanFiction (imajinasi) dengan tokoh utamanya adalah anggota boyband korea, karna gue suka banget dengan boyband tersebut. Kalau novel gue udah selesai, novel ini pengen gue serahin ke penerbit ternama di Indonesia, yaitu Gramedia. Jadi guys, gue mohon untuk do’anya ya supaya novel gue bisa di jual di toko buku dan di terbitkan di seluruh Indonesia. Sebelumnya ibu gue juga pengen jadi seorang penulis, tapi ngak kesampean, jadi ibu gue pengen gue menjadi seorang penulis ^^

Dan kalian tau, dari mana gue bisa menjadi seperti ini? Ini semua karna selama gue berada di OSIS gue diajarkan bagaimana menjadi seorang yang sukses dengan sebuah ke organisasian dan talenta yang selama ini berada dalam diri gue yang tersembunyi keluar dengan begitu saja dan membuat gue menyadarinya. Dan provesi gue yang pengen jadi seorang penulis juga terinspirasi dari OSIS dan hobi gue. Guys, sebuah ke organisasian bukanlah tempat yang hanya menyalurkan tentang bagaimana belajar organisasi, tetapi dalam makna semuanya OSIS itu adalah tempat yang bisa membuat mu sukses tanpa kau sadari. Dan OSIS adalah tempat yang akan membuat talenta yang selama ini bersembunyi di dalam dirimu akan keluar dengan begitunya, dan akan mengubahmu menjadi seseorang yang sukses.

Jadi modal kalian hanyalah dengan memasang otak, hati, dan nyali yang siap yang akan mengantarkanmu ke dunia kesuksessan. Bersiap-siaplah kalian karna sesuatu yang besar sekarang sedang berjalan menuju kalian! So, keep Hwaiting for you all ;) jadilah menjadi orang yang lebih kuat!!

Rabu, 21 Agustus 2013

OSIS PELARIANKU

 (Septi Noviyanti | Pengurus OSIS MTsN 33 Jakarta  )
" Ya udah lo kagak usah tinggal di rumah, pergi sono !" begitu kata-kata kasar yang keluar dari  ayahku sambil menampar kedua pipiku dengan keras tidak hanya itu hp ku dibanting dan kartu sim cardku di patahkannya. Sakit banged perasaanku kala itu tanpa peduli mendengar ocehannya, aku langsung aja keluar rumah sambil mengajak teman-temanku. Aku itu tidak seperti yang ayahku bayangkan. Mengapa sih dia begitu cepat berfikir negatif tentang diriku. Aku ingin dimengerti, aku masih muda aku hanya ingin berkumpul bersama teman-temanku. Akhirnya akupun keluar dari rumah sambil membawa perasaan sedih campur kesal luar biasa.Kejadian itu buatku berfikir dan lebih dewasa, akhirnya akupun sadar dan kembali kerumah.
Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara ini bukan membuatku jadi anak yang dimanja.Hidup sederhana tidak membuatku menghilangkan rasa syukurku terhadap kedua orangtuaku. Ayah merupakan sosok yang baik, walau kadang suka marah-marah. Tapi aku sadar ayah sosok yang paling baik untukku.Di sekolah  aku bukan siswa yang menonjol bahkan aku pernah mendapatkan omelan karena kenakalanku bercanda di kelas saat guru sedang mengajar.
Ketidaknyamanan di rumah, aku bawa pada kegiatan-kegiatan. Akupun masuk OSIS dan Paskibra.  Aku ingin lari dari segala beban dalam benakku. Kegiatan OSIS yang paling bikin aku jadi punya tanggung jawab adalah ketika Pembina OSIS mempercayakanku menjadi Ketua KPU waktu itu OSIS sedang melaksanakan pemilihan ketua OSIS baru. Rasa tanggung jawabku mulai tumbuh, kepercayaan yang diberikan dari pembina OSIS tak kusia-siakan. Selama 1 tahun aku menjadi pengurus OSIS, motivasi dan kepercayaan diriku mulai tumbuh, aku terasa memiliki keluarga,ngobrol bersama-sama, saling berbagi cerita kadang rada-rada gosip sih. Selain di OSIS aku juga aktif jadi anggota Paskibra MTsN 33 Jakarta, Kebanggaanku tumbuh saat aku berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih di sekolah pada pembukaan MOS dan peringatan 17 Agustus 2013. Rasa haru mengalir saat bersama-sama teman paskibra usai mengibarkan bendera tersebut.
Impianku muncul membayangkan aku menjadi pengibar bendera di Istana Negara. Mungkin ini hanya mimpi tapi aku berharap banged untuk itu.
Ayah, maafkan aku, selama ini aku terlalu egois hanya memikirkan diri sendiri, tapi ayah aku bener-bener sayang ayah. Aku berharap bisa menjadi orang kaya, aku ingin belikan rumah buat ayah. Aku ingin buat bangga ayah.Aku tahu tamparan dipipi aku bukti bahwa ayah sayang banged ama aku, ayah tidak ingin putrinya menjadi putri yang nakal dan suka keluar
malam. Aku sadar ayah. Dan terimakasih buat teman-temanku, sudah perhatian lebih untukku.

ASMAKU BUKAN PENGHALANG UNTUK MAJU

Ini kisahku Radesty Pengurus OSIS MTsN 33 Jakarta akan menceritakan pengalamanku selama di OSIS.
Pagi tepatnya jam 06.10 aku sudah berangkat dari rumah menuju ke sekolah, khawatir juga sih jika nantinya terlambat, walau jarak rumahku tidak terlalu jauh, aku selalu diantar oleh mamah kadang juga oleh kakakku yang kebetulan melintasi jalan menuju ke sekolah.

Aku anak paling bungsu dari 4 bersaudara, asik juga menjadi paling imut-imut dikeluarga tentunya elalu mendapatkan perhatian lebih dari kedua orangtuaku.Ayahku bekerja disalah satu bank swasta sementara mamahku seorang dosen di kampus swasta di Jakarta, mereka orangtua yang terbaik dalam hidupku,Karena merekalah sampai sekarang banyak hal aku dapat menikmati indahnya hidup ini walau secara kesehatan aku berbeda dengan saudara-saudaraku.
Aku mengindap penyakit Asma, penyakit gangguan saluran pernafasan dan paru-paru ini mulai aku rasakan ketika aku SD. Rasa sesak nafas diselingi batuk dan suara mengi (bengek), biasanya muncul ketika banyak aktifitasku yang berlebih atau keletihan dan aku seperti tak berdaya menghadapinya hanya butiran-butiran air mata meneleh dari bola mataku.Ya Allah mengapa aku diberikan ujian seperti ini kadang muncul pertanyaan ini dalam lamunanku.
Keterbatasanku ini mamah melarangku dan membatasi aktivitasku disekolah, waktu itu aku aktif di Pramuka, yang waktu itu persiapan jambore. Sedih meninggalkan pramuka, tapi aku tidak mau melawan mamah. Akhirnya aku memilih masuk OSIS kebetulan kakaku juga menjadi pengurusnya, mamah pasti tidak melarangnya karena ada kakak yang akan menjagaku.Walau sih cukup risih sama kakak sendiri, tapi dibawa santai aja deh.
Aktif menjadi pengurus OSIS, aku merasakan hal yang berbeda, keberanianku, optimisku mulai tumbuh. Banyak kegiatan-kegiatan aku ikuti bersama teman-teman pengurus lainnya menjadikanku berani menghadapi permasalahan hidupku.Kakak seniorku yang selalu memberikan dorongan dan kadang tempat berbagi cerita menambah semangatku untuk lebih berani meraih impianku.
Selain di OSIS aku juga ikut Marching Band,ini berawal ketika Pak Ruslan membutuhkan pengganti Mayorate dan Gita Pati, wah seneng banged aku akhirnya terpilih. Wal hasil pulang sorepun aku jalani karena waktu itu Marching Band MTsN 33 Jakarta akan menghadapi Lomba tingkat DKI Jakarta.
Alhamdulillah Juara Umum dan Juara Mayorete aku raih. Ya Allah ini nikmat yang tiada taranya, keberhasilanku ini aku rayakan bersama-sama teman-teman sambil kami bersorak-sorak tanpa melupakan rasa syukur.
Kepercayaanku bertambah, rasa percaya diriku tumbuh. Impianku menjadi Fotografer menjadi cerah ditambah lagi seringnya aku mendapat tugas dari Pembina OSIS untuk jepret-jepret dengan kamera SLR beliau.Aku banyak belajar menggunakan kamera dan ini langkah awalku untuk lebih banyak belajar.
Aku berterimakasih untuk semua pengurus OSIS terutama sama Amel dan Kiki, mereka semua aku merasakan seperti layaknya keluarga saling mendukung dan kebersamaan kita dalam setiap kegiatan OSIS menambah aku percaya diri dengan keterbatasan kesehatanku. I love u All kenangan selama di Madrasah tak akan
kulupakan.

Selasa, 20 Agustus 2013

Dokter-Dokter Remaja MTsN 33 Jakarta

Beberapa siswa dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 33 Jakarta mendapatkan kesempatan untuk belajar menjadi relawan kesehatan di tingkat sekolah bekerja sama dengan puskesmas kecamatan. Pelatihan ini diberikan dalam rangka menuju sekolah sehat dengan pemberdayaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang nantinya dokter-dokter remaja ini sebagai pionir untuk hidup sehat. 

Sebagai langkah awal yang sangat berharga bagi siswa ini adalah mereka mendapatkan pelatihan dasar dalam penggunaan alat steteskop, tensi meter,pertolongan pertama pada kecelakan dan hal-hal dasar lainnya.

Selasa, 13 Agustus 2013

CHUSNIYATI, GURU TANGGUH TAK KENAL LELAH

"Ini karena tanggung jawab maka saya harus melakukan semua ini !", kata-kata itu masih teringat olehku, diawal aku mendapatkan tugas sebagai pembina OSIS mendampingi beliau dalam setiap kegiatan sekolah.Beliau adalah seorang guru sekaligus sebagai Wakil Kesiswaan di MTsN 33 Jakarta ini memiliki dedikasi yang luar biasa untuk kemajuan sekolah.Bu Chusniyati demkian nama beliau, sebagai guru yang memiliki pengalaman mengajar yang sudah puluhan tahun mengabdi makin menambah semangat beliau untuk memikirkan dan mendorong kemajuan sekolah.
Aku ingin bercerita tentang beliau sebagai motivasi dan inspirasi buat kita semua, bahwa ketika amanat sudah dipercayakan kepada kita oleh pimpinan, apapun keadaannya kepercayaan yang diberikan harus dijaga dan laksanakan dengan sepnuh hati apapun keadaanya.Kecintaan beliau terhadap sekolah sangat terlihat sekali ketika rutinitas dipagi hari beliau sudah tiba disekolah. Sesekali sambil menunggu 15 menit sebelum bel, beliau sempatkan membaca koran Republika (BERSAMBUNG )

Wibi Pemimpin Yang Friendly dan Respect

Memegang amanah sebagai ketua OSIS bukan hal yang mudah, karena sebagai satu-satunya Organisasi yang memiliki program kerja dan pendukung program kesiswaan, OSIS memiliki peranan sebagai wadah pembentukan karakter dan sarana pengembangan diri. Hal inilah yang sudah dipahami oleh Muhammad Arif Wibisono atau yang sering disapa Wibi menyadari hal tersebut.

Sebagai pemenang Pemilihan Ketua OSIS tahun 2012 ini dengan mengalahkan suara dari para pesaingnya, Wibi tak lantas menjadi berbangga diri. Sikap yang mudah bergaul tanpa memilih siapapun dalam berteman ini merupakan modal mengapa dia memenangkan Pemilihan Ketua OSIS. Dalam menjalankan kepengurusan OSIS, Wibi selalu mengkedepankan kepala dingin dan pertimbangan yang matang seperti contoh ketika OSIS mengadakan musyawarah (sidang) terhadap beberapa pengurus OSIS yang tidak disiplin atau melangggar tata tertib, sebagai ketua OSIS wibi tidak langsung terburu-buru mengambil keputusan yang sepihak walau banyak diantara teman-temannya yang tidak sejalan. Namun dengan sikap yang cukup sabar dan coba memberi pengertian dia mampu merangkul seluruh pengurus OSIS lainnya.

Tidak hanya disekolah, wibi juga mampu dan berani tampil dilingkungan lebih luas tatkala dia bersama Fauzi wakil ketua OSIS untuk mengikuti Science Camp yang diikuti puluhan sekolah tingkat SMP/MTs DKI jakarta menjadi pemimpin kelompok yang diantaranya sekolah-sekolah yang ternama. Ini membuktikan keberanian dan jiwa kepemimpinan sudah mulai tumbuh, sebagai siswa yang memiliki cita-cita sebagai tentara ini, Wibi tanpa rasa mengeluh bekerja tanpa melihat jabatan yang disandang mau untuk turun kelapangan dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Aktif di Organisasi dan juga aktif dibeberapa ekskul ternyata bukan hambatan untuk prestasi belajarnya. Ini dibuktikan dalam 1 tahun selama menjabat Ketua OSIS, prestasi belajarnyapun tidak kalah dengan teman-temannya. Peringkat 5 Besar mampu dipertahankan.Semoga dengan karakter dan sifat kepemimpinannya mampu memberikan inspirasi dan contoh buat calon-calon kepemimpinan dalam wilayah sekolah sebagai bekal pemimpin masa depan.